TUGAS
KELOMPOK DOSEN
PEMBIMBING
TAFSIR
TARBAWI MIFTAH ULYA, MA
SURAH HUD
AYAT 61

KELOMPOK: III
MAHYUDIN
LAHMUDDIN
KHOIRUZZAMAN
ZUL FAHMI
DESNITA
SEMESTER
IIIb
JURUSAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
DINIYAH PEKANBARU-RIAU TAHUN
2014 M/1435 H
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan
kehadirat Allah swt, karena berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat
menyelesaikan makalah Surah Huud 61. Shalawat
beserta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW.
Tujuan dibuatnya makalah ini yaitu untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah
Tafsir Tarbawi
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam menyelesaikan tugas matakuliah ini, mudah-mudahan makalah ini
dapat bermanfaat khususnya bagi kami, umumnya bagi siapa saja yang membacanya.
Amiin...
Kami menyadari dalam penyususnan
makalah ini banyak sekali kesalahan dan kekhilapan, oleh karena itu kami
mengharapkan saran dan krtik dari para pembaca demi perbaikan makalah kami
selanjutnya.
Pekanbaru, 09 Oktober 2014
Khoiruzzaman
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang...................................................................................................... 1
Rumusan Masalah................................................................................................. 1
Tujuan Penulisan................................................................................................... 2
Metode Penulisan.................................................................................................. 2
BAB
II PEMBAHASAN
Pengertian.............................................................................................................. 3
Mufrodat............................................................................................................... 5
Sejarah/Asbabun
Nuzul......................................................................................... 6
Kaitannya Dengan
Pendidikan............................................................................. 6
BAB III PENUTUP
Kesimpulan............................................................................................................ 7
Saran...................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Hadis
Nabi saw telah disepakati oleh mayoritas ulama dan umat Islam sebagai sumber
kedua ajaran Islam setelah kitab suci al-Qur’an. Berbeda dengan al-Qur’an yang semua
ayat-ayatnya disampaikan oleh Nabi saw secara mutawatir dan telah ditulis serta
dikumpulkan sejak zaman Nabi saw masih hidup, serta dibukukan secara resmi
sejak zaman khalifah Abu Bakar al-Shiddiq, sebagian besar hadis Nabi saw
tidaklah diriwayatkan secara mutawatir dan pengkodifikasiannya pun baru
dilakukan pada masa khalifah Umar bin Abdul Azis, salah seorang khalifah Bani
Umayyah. Hal yang disebutkan terakhir, didukung oleh beberapa faktor lainnya,
oleh sekelompok kecil (minoritas) umat Islam dijadikan sebagai alasan untuk
menolak otoritas hadis-hadis Nabi saw sebagai hujjah atau sumber ajaran Islam
yang wajib ditaati dan diamalkan. Dalam wacana ilmu hadis, dikenal dangan
kelompok inkar al-sunnah.
Secara
paradigma pemikiran dan pemahaman, sejarah inkar Sunnah memang sangat erat
dengan golongan Khawarij, Muktazilah, dan Syiah .Dan dari segi benih
kemunculan, mereka sudah tampak sejak masa sahabat. Bahkan, kabar tentang akan
adanya orang yang mengingkari Sunnah sudah pernah disampaikan oleh Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam.
B. Rumusan
Masalah
A.
Bagaimana
pengertian surah Huud ayat 61?
B.
Apa
hubungan surah Huud ayat 61 dengan pendidikan?
C. Tujuan
Penulisan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah :
A.
Menggali
informasi mengenai Tafsir Tarbawi.
B.
Melengkapi
salah satu tugas mata kuliah.
C.
Menyampaikan arti Surat yang
sesuai dengan Ajarannya.
D.
Sebagai pengetahuan untuk umat manusia
supaya bisa menjalankan sunnah rasul tentang keberadaan Qur’an dan Hadist.
E.
Mencari
sumber informasi untuk dapat menerapkan dalam kehidupan
kita sehari-hari sebagai umat Rasulullah yang menjalankan Sunnahnya.
D.
Metode
Penulisan
Adapun metode penulisan makalah ini penyusun menggunakan
metode library dan internet searching, yang mana dalam penyusunan makalah ini
penyusun menggunakan refrensi yang diperoleh dari perpustakaan dan hasil
pencarian di internet yang sesuai dengan pembahasan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Tugas manusia dimuka bumi ini tidak
lain adalah untuk memakmurkan bumi, mensejahterakan umat manusia sendiri
lebih-lebih lingkungan-nya sebagai tempat tinggal dan menetap. Sebagaimana
terurai di dalam al-Qur’an surat Huud ayat 61 :
Artinya
: Dan kepada Tsamud (Kami
utus) saudara mereka Saleh. Saleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah,
sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari
bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya,
kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya)
lagi memperkenankan (do’a hamba-Nya).”(Huud: 61).
ISI KANDUNGAN AYAT (IBN KATSIR)
و (dan)
sungguh kami telah mengutus إِلَى ثَمُودَ (Kepada Tsamud) merekalah yang dahulu bertempat
tinggal di kota-kota alhajar antara tabuk dan madinah. Mereka adalah generasi
setelah aad. Maka Allah mengutus dari mereka أَخَاهُمْ
صَالِحًا (saudara mereka Shalih). Dia memerintahkan
mereka agar beribadah kepada Allah saja. Untuk itu Ia berkata هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ (Allah telah menciptakan kamu dari bumi
(tanah). Maksudnya, Allah memulai penciptaan kalian dari tanah, dari tanah
itulah diciptakanNya Adam, bapak kalian وَاسْتَعْمَرَكُمْ
فِيهَا (dan menjadikan kamu sebagai pemakmurnya)
maksudnya Allah menjadikan kamu sebagai pemakmur, penduduk yang meramaikan bumi
dan memanfaatkannya. فَاسْتَغْفِرُوهُ (karena itu
mohonlah ampunan kepadaNya) untuk dosa-dosamu yang telah lalu. ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ (kemudian bertaubatlah kepadaNya) pada apa
yang akan kamu hadapi. Sesungguhnya Rabbku amat dekat rahmatNya lagi
memperkenankan doa hambanya. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al_Baqarah 186:
PENJELASAN REFERENSI LAIN
Maksud dari ayat ini, manusia yang
dipercaya oleh Allah sebagai khalifah itu bertugas memakmurkan atau membangun
bumi ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan oleh yang menugaskan (Allah).
Atas dasar ini dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan dalam Al-Qur’an adalah
membina manusia secara pribadi dan kelompok sehingga mampu menjalankan
fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya guna membangun dunia ini sesuai
dengan konsep yang ditetapkan oleh Allah.
Maksud dari manusia sebagai pemakmur bumi adalah; karena manusia itu diciptakan
dari tanah yang diambil dari bumi, maka sepatutnya manusia yang bahan utamanya
adalah tanah untuk menjaga dan memakmurkannya, sebagai tanda penghargaan atas
asal-usul penciptaan mereka. Dengan kekuasaan yang diberikan kepadanya, manusia
harus mampu menjaga amanah yang diberikan Allah kepada mereka dalam hal-hal
yang menyebabkan bumi itu tetap terjaga dan makmur. Sebaliknya, jika manusia
itu dengan kekuasaannya merusak dan menyalah gunakan kekuasaan yang diamanahkan
kepadanya, maka secara tidak langsung manusia itu telah menghina asal-usul dari
mana mereka diciptakan (tanah).Allah SWT memperhatikan eksistensi manusia di
muka bumi, setelah mempeoleh cukup pengetahuan maka Allah SWT menempatkan
manusia sebagai eksistensi yang kreatif, sebagaimana termaktub dalam surat Hud
ayat 61 “Dan Dia yang menciptakan kamu
dari bumi (tanah) dan menugaskan kamu untuk memakmurkan.”
Atas dasar surat huud 61 ini, Quraish Shihab
menjelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah membina manusia secara pribadi dan
kelompok sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan
khalifah-Nya, guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan
Allah. Manusia yang dibina adalah makhluk yang memiliki unsur-unsur material
(jasmani) dan immaterial (akal dan jiwa). Pembinaan akalnya menghasilkan ilmu.
Pembinaan jiwanya menghasilkan kesucian dan etika, sedangkan pembinaan
jasmaninya menghasilkan keterampilan. Dengan penggabungan unsur-unsur tersebut,
terciptalah mahluk dwidimensi dalam satu keseimbangan, dunia dan akhirat, ilmu
dan iman. Dasar pemikiran di atas tentu saja menuntut umat manusia untuk
menempatkan aspek penguasaan ilmu pengetahuan menjadi penting. Pendidikan dalam
hal ini, tidak saja menjadi rekomendasi Islam yang bersifat normatif-doktriner,
tetapi juga menjadi investasi bagi umat manusia untuk menentukan masa depannya,
baik jangka pendek (dunia) maupun jangka panjang (akhirat).
B. Mufrodat
Kalimat
|
Arti
|
Kalimat
|
Arti
|
وَإِلَىٰ
|
dan kepada
|
أَنْشَأَكُمْ
|
Menciptakan kamu
|
ثَمُودَ
|
Tsamud
|
مِّنَ
|
dari
|
أَخَاهُمْ
|
Saudara mereka
|
الْأَرْضِ
|
bumi
|
صٰلِحًا
|
Saleh
|
وَاسْتَعْمَرَكُمْ
|
dan dia memakmurkan kamu
|
قَالَ
|
Dia berkata
|
فِيهَا
|
di dalamnya
|
يٰقَوْمِ
|
Hai kaumku
|
فَاسْتَغْفِرُوهُ
|
maka mohon ampun kepadanya
|
اعْبُدُوا۟
|
sembahlah
|
ثُمَّ
|
kemudian
|
اللّٰـهَ
|
allah
|
تُوبُوا
|
bertaubatlah
|
مَا لَكُم
|
tidak ada bagi kamu
|
إِلَيْهِ
|
kepadanya
|
مِّنْ
|
dari
|
إِنَّ
|
sesungguhnya
|
إِلَهٍ غَيْرُهُ
|
Tuhan selain Dia (Allah)
|
رَبِّى
|
tuhanku
|
هُوَ
|
dia
|
قَرِيبٌ مُجِيبٌ
|
amat dekat (rahmat Allah) lagi memperbenarkan doa hambanya
|
C.
Sejarah/ Asbabun Nuzul
Setelah selesai kisah Aad kini giliran kisah suku
Tsamud. Tsamud juga merupakan satu suku terbesar yang telah punah. Mereka
adalah keturunan Tsamud Ibnu Jatsar, Ibnu Iram Ibnu Sam, Ibnu Nuh. Dengan
demikian silsilah keturunan mereka bertemu dengan Ad pada kakek yang sama yaitu
Imran.Kaum Tsamud pada mulanya menarik pelajaran berharga dari pengalaman buruk
kaum Ad, karena itu mereka beriman kepada Allah SWT. Pada masa itulah, merekapun
berhasil membangun peradaban yang cukup megah, tetapi keberhasilan itu
menjadikan mereka lengah sehingga mereka kembali menyembah berhala serupa
dengan berhala yang disembah kaum Ad. Ketika itulah Allah mengutus Nabi Shaleh
as mengingatkan mereka agar tidak mempersekutukan Allah tetapi tuntunan dan
peringatan beliau tidak disambut baik oleh mayoritas kaum Tsamud.Ayat ini
mengandung perintah yang jelas kepada manusia --langsung maupun tidak
langsung-- untuk membangun bumi dalam kedudukannya sebagai khalifah, sekaligus
menjadi alasan mengapa manusia harus menyembah Allah SWT semata-mata.
D.
Kaitannya
Dengan Pendidikan
Kaitannya
dengan tujuan pendidikan sebagai berikut:
1. Mewujudkan seorang hamba yang shaleh
2. Mewujudkan akan keesaan Tuhan
3. Mewujudkan manusia yang ahli do’a
4. Menunjukkan akan luasnya ilmu Tuhan
\
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Allah
mengutus Nabi Shaleh as mengingatkan mereka agar tidak mempersekutukan Allah
tetapi tuntunan dan peringatan beliau tidak disambut baik oleh mayoritas kaum
Tsamud.
2. Ayat 61
surat huud ini mengandung perintah yang jelas kepada manusia --langsung maupun
tidak langsung-- untuk membangun bumi dalam kedudukannya sebagai khalifah,
sekaligus menjadi alasan mengapa manusia harus menyembah Allah SWT semata-mata.
3. Tugas
manusia di bumi ini sebagai pemakmur yaitu untuk memakmurkan bumi,
mensejahterakan umat manusia sendiri lebih-lebih lingkungan-nya.
4. Tujuan
pendidikan adalah membina manusia secara pribadi dan kelompok sehingga mampu
menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya, guna membangun
dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan Allah.
B.
Saran
1. manusia
harus menyembah Allah SWT semata-mata. Kita jangan pernah mensekutukanNya.
2. Marilah membina manusia secara pribadi dan kelompok sehingga mampu menjalankan
fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya.
5. Mari sama-sama
membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan Allah.
DAFTAR PUSTAKA
Tafsir Ibn
Katsir
http://nawasains-study.blogspot.com/
http://idiaprenduan.com/islam-manusia-dan-lingkungan-alam/
http://ahmadrajafi.wordpress.com/2009/02/03/kewajiban-manusia-memelihara-dan-memakmurkan-alam/
http://tristiono.wordpress.com/2009/03/16/tafsir-al-quran-part-1/
http://ilmutuhan.blogspot.com/2009/05/ujian-tengah-semester-i-pprogram-pasca.html
http://miftah19.wordpress.com/2010/01/23/konsep-pendidikan-islam-yang-ideal/
http://hamdillahversache.blogspot.com/2011/10/kumpulan-tafsir-tarbawi.html


